Seruan Ketum JATTI Bachtiar Nasir: Jaga Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan Timur Tengah

ketum jatti, ustadz bachtiar nasir

Jakarta – Ustadz Bachtiar Nasir ketua umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) menyoroti perkembangan geopolitik internasional di kawasan Timur Tengah yang kian memanas dan berpotensi membawa dampak luas terhadap stabilitas global, termasuk bagi Indonesia. Dalam keterangannya, ia menilai situasi saat ini tidak hanya menjadi persoalan regional, tetapi juga memiliki implikasi strategis yang dapat memengaruhi kondisi sosial, politik, hingga ekonomi di berbagai negara.

Menurutnya, pemerintah Indonesia berada pada posisi yang tidak mudah dalam merespons dinamika tersebut. Di satu sisi, terdapat tekanan sistemik global yang menuntut sikap tegas dan terukur, sementara di sisi lain Indonesia harus tetap menjaga prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya keberanian moral dari para pemimpin bangsa dalam menentukan arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional serta nilai-nilai kemanusiaan.

“Pemerintah harus memiliki keberanian moral dan tetap menjadikan integritas bangsa sebagai prioritas utama di tengah tekanan global yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia memiliki peran strategis sebagai negara besar dengan mayoritas penduduk Muslim, yang diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam mendorong perdamaian dunia. Dalam konteks ini, sikap konsisten terhadap prinsip keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian dinilai sangat penting untuk terus dijaga.

Di sisi lain, Bachtiar Nasir mengingatkan bahwa dampak konflik global tidak hanya dirasakan pada level negara, tetapi juga dapat merembet ke dalam kehidupan sosial masyarakat. Arus informasi yang cepat, ditambah dengan berbagai narasi yang berkembang di media sosial, berpotensi memicu kesalahpahaman hingga polarisasi di tengah masyarakat.

Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu global yang belum tentu sesuai dengan konteks nasional. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh berkembang menjadi perpecahan.

“Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan mudah terpecah belah dengan berbagai isu global, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa momentum ini juga menjadi ujian bagi kedewasaan masyarakat dalam menyikapi informasi. Masyarakat diharapkan mampu memilah dan memverifikasi setiap informasi yang beredar, serta tidak ikut menyebarkan narasi yang berpotensi memperkeruh suasana.

Selain itu, Bachtiar Nasir mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas nasional. Ia menekankan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada keberagaman yang dipersatukan oleh semangat kebangsaan.

Menurutnya, menjaga stabilitas dalam negeri merupakan kunci agar Indonesia tetap kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh dinamika konflik di luar negeri. Dengan persatuan yang kokoh, Indonesia dinilai akan mampu menghadapi berbagai tantangan global dengan lebih baik.

“Persatuan adalah kekuatan utama bangsa ini. Jika kita mampu menjaganya, maka berbagai tantangan global tidak akan mudah menggoyahkan Indonesia,” pungkasnya.

Pos terkait